
Paket A, B, dan C
Layanan pendidikan kesetaraan setara SD, SMP, dan SMA (IPA & IPS) yang dikelola secara mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.
Pelajari Program →
Lembaga pendidikan berbasis pesantren di Kabupaten Serang, Banten — mengintegrasikan kurikulum pesantren dan pendidikan nasional untuk mencetak kader muslim yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.
Lihat program pendidikan kamiKabar bahagia menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang setelah salah satu santrinya berhasil mengharumkan nama pesantren di tingkat provinsi. Ia meraih predikat Juara 1 dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Banten pada gelaran tahun ini. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari latihan panjang, bimbingan para asatidz yang penuh kesabaran, serta suasana pondok yang konsisten menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak hari pertama para menimba ilmu di pesantren.
Ajang MTQ merupakan salah satu kompetisi seni baca Al-Qur'an paling prestisius di dunia pendidikan Islam Indonesia. Kategori tilawah menuntut peserta membaca ayat-ayat suci dengan tartil, fasih, serta adab yang sesuai dengan kaidah tajwid dan seni. Torehan juara pertama pada kompetisi ini menggambarkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter yang diterapkan di pesantren. Hasil tersebut menjadi sumber kebanggaan yang mendalam bagi sang peserta, keluarga, dan seluruh civitas pesantren, sekaligus memperkuat posisi Pondok Pesantren Nurul Ilmi di antara pesantren-pesantren besar lainnya di Banten.
MTQ tingkat Provinsi Banten pada tahun ini digelar di sebuah kota dengan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Banten. Sejak pagi hari, halaman utama lokasi lomba sudah dipadati para peserta, pendamping, dan masyarakat yang ingin menyaksikan jalannya pertandingan. Suasana penuh khusyuk terasa sejak lantunan ayat pertama dibacakan, sementara dewan juri memberikan perhatian penuh kepada setiap detail bacaan yang diperdengarkan dari setiap peserta. Kategori tilawah golongan remaja menjadi salah satu etalase yang paling ditunggu karena mempertemukan qari-qari muda pilihan dari seluruh penjuru Banten.
Santri Nurul Ilmi tampil pada cabang tilawah golongan remaja putra, sebuah kategori yang dikenal memiliki persaingan ketat. Peserta kategori ini umumnya merupakan qari muda yang telah melewati seleksi internal di tingkat pesantren, madrasah, serta kabupaten atau kota. Banyak di antara mereka yang telah mengharumkan nama daerahnya pada MTQ tingkat nasional sebelumnya, sehingga persaingan untuk merebut posisi juara menjadi semakin kompetitif. Kehadiran peserta asal Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 menambah ketatnya persaingan di antara para qari muda Banten dan memberikan warna tersendiri dalam gelaran tahunan tersebut.
Persiapan matang sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan lomba. Setiap hari setelah subuh dan setelah maghrib, sesi latihan tilawah rutin dijalankan di musala pesantren. Bunyi lantunan ayat demi ayat mengisi pagi dan senja di lingkungan pondok, menjadi pemandangan yang sudah lazim bagi para penghuni pesantren. Asatidz yang membidangi tahfiz dan tilawah memberikan koreksi menyeluruh, meliputi makharijul huruf, kaidah tajwid, irama, serta adab ketika membaca Al-Qur'an di depan umum. Tradisi latihan pagi dan sore ini sudah menjadi karakter khas pesantren yang menempatkan Al-Qur'an sebagai pusat kegiatan harian.
Aspek teknis bacaan bukan satu-satunya yang dilatih; kesiapan mental dan fisik juga mendapat perhatian setara. Pola makan dijaga agar suara tetap jernih, waktu istirahat diperketat, dan kebiasaan membaca di hadapan audiens kecil dilatih untuk menumbuhkan keberanian serta konsentrasi. Sang pembimbing utama secara rutin mengundang teman-teman sebaya untuk berperan sebagai pendengar, sehingga suasana perlombaan dapat disimulasikan semirip mungkin. Pendampingan seperti ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi pesantren dalam mencetak qari-qari yang berprestasi dan berkepribadian kuat.
Dukungan pesantren juga hadir dalam bentuk kebijakan yang fleksibel selama masa persiapan. Pihak pesantren melalui program pendidikan kami memberikan keringanan terhadap sebagian kegiatan terstruktur, sehingga peserta dapat memusatkan perhatian penuh pada latihan tilawah. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pesantren untuk menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan pengembangan bakat di bidang keagamaan, sebuah prinsip yang sudah lama dipegang teguh oleh para pengasuh.
Perjalanan menuju podium Juara 1 tidak dimulai pada hari perlombaan tingkat provinsi. Sebelumnya, sang peserta harus lebih dahulu melewati Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat Kabupaten Serang. Di tingkat ini, para qari dari setiap pondok pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Serang saling menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hanya mereka yang memperoleh nilai tertinggi yang berhak melangkah ke tingkat berikutnya, yaitu MTQ tingkat Provinsi Banten yang menjadi target utama pembinaan jangka panjang.
Di tingkat provinsi, persaingan menjadi semakin berat karena peserta yang lolos telah melewati seleksi ketat di daerah asalnya masing-masing. Dewan juri yang terdiri atas para qari senior dan ahli tilawah dari berbagai latar belakang pesantren serta universitas Islam memberikan penilaian berdasarkan kriteria yang sudah baku. Setiap ayat yang dibacakan harus memenuhi standar kelancaran, ketepatan tajwid, keindahan suara, dan kesesuaian dengan etika membaca Al-Qur'an. Standar penilaian yang ketat ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap peserta untuk menampilkan kualitas terbaiknya.
Meskipun merasakan tekanan yang tinggi, sang peserta berhasil menjaga fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Kekuatan mental yang diasah selama latihan harian menjadi bekal berharga ketika menghadapi para qari berpengalaman dari kabupaten lain. Pada akhirnya, konsistensi dalam bacaan, kerendahan hati di atas panggung, dan persiapan yang matang berhasil mengantar peserta asal Nurul Ilmi melangkah ke babak final dengan penuh keyakinan.
Ruangan tempat pengumuman hasil lomba terasa hening ketika dewan juri bersiap membacakan daftar juara dari urutan belakang ke depan. Setiap nama yang disebut membawa harapan dan kekecewaan masing-masing bagi para peserta yang telah berjuang sejak pagi. Ketika nama utusan dari Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang disebut sebagai Juara 1, suasana seketika berubah menjadi haru dan suka cita. Tepuk tangan para pendamping, keluarga, dan simpatisan yang hadir menggema di aula, menjadi penanda bahwa kerja keras selama berbulan-bulan akhirnya berbuah manis.
Sang peraih Juara 1 tampak begitu syukur ketika menerima piala, piagam penghargaan, dan hadiah dari panitia. Wajahnya tenang, namun sorot matanya menunjukkan betapa besar rasa syukur dan haru yang dirasakannya. Dalam keterangannya seusai lomba, ia menyampaikan terima kasih kepada para guru, keluarga, dan seluruh civitas pesantren yang telah memberikan dukungan tanpa henti. Ungkapan syukur dan niat untuk terus belajar menjadi pesan yang disampaikannya dengan rendah hati, sebuah cerminan adab yang selama ini ditanamkan di pesantren.
Para pendamping dan dewan guru yang hadir juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. Mereka menilai kemenangan tersebut sebagai buah dari komitmen kolektif seluruh civitas pesantren dalam membumikan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Pencapaian ini lahir dari sinergi para asatidz, tenaga kependidikan, peserta didik, serta dukungan penuh orang tua wali. Foto bersama di podium menjadi kenangan yang akan selalu membekas dalam ingatan semua pihak yang terlibat dalam persiapan hingga hari perlombaan.
Kemenangan ini membawa makna yang jauh melampaui sekadar piala dan piagam penghargaan. Bagi Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14, torehan ini menjadi pengingat bahwa pembinaan tahfiz dan tilawah yang selama ini dijalankan telah membuahkan hasil yang nyata. Lingkungan pesantren yang menjunjung tinggi disiplin mengaji, suasana musala yang aktif sepanjang hari, serta pendampingan asatidz yang penuh kesabaran merupakan komponen penting yang membentuk kualitas bacaan seorang qari.
Di samping menjadi kebanggaan lembaga, kemenangan ini juga berfungsi sebagai motivasi bagi santri-santri lain yang sedang dalam proses belajar tilawah dan tahfiz. Banyak di antara mereka yang selama ini berlatih dengan tekun akhirnya mendapat bukti nyata bahwa kesungguhan dalam menuntut ilmu Al-Qur'an akan berbuah manis. Semangat untuk menyimak, mendoakan, dan mendukung keberhasilan sesama menjadi semakin terasa di lingkungan pesantren setelah kabar gembira ini tersiar dari mulut ke mulut.
Keberhasilan ini juga memberi pesan penting bagi para orang tua dan calon wali santri. Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, melainkan juga lembaga yang serius dalam pembinaan bakat dan potensi anak di bidang Al-Qur'an. Pencapaian ini menjadi salah satu bukti konkret bahwa pesantren mampu melahirkan generasi muda yang mencintai Al-Qur'an, berprestasi di berbagai lapangan, sekaligus berkarakter kuat dan berakhlak mulia.
Komitmen pesantren terhadap pembinaan Al-Qur'an juga tecermin pada jadwal pelajaran dan kegiatan belajar mengajar yang diterapkan di lingkungan pesantren. Alokasi waktu yang cukup besar untuk tahfiz, tilawah, dan kegiatan musala menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian para santri, sehingga terbentuk kebiasaan yang kuat untuk mencintai Al-Qur'an sejak usia muda.
Segenap pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa ini. Pengasuh pesantren secara pribadi memberikan ucapan selamat serta pesan agar sang juara tetap rendah hati dan terus menuntut ilmu. Apresiasi serupa juga datang dari para wali santri, komite pesantren, serta masyarakat sekitar yang selama ini memberikan dukungan moral tanpa henti. Momen kemenangan ini rencananya akan diabadikan dalam majelis khusus sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian sang Juara 1 MTQ Banten.
Ke depan, pesantren berharap torehan ini menjadi awal dari semakin banyak prestasi di bidang Al-Qur'an, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Program pembinaan tahfiz dan tilawah akan terus ditingkatkan dengan menambah variasi latihan, mengundang qari tamu untuk memberikan pembinaan, serta mempersiapkan generasi qari masa depan yang siap membawa nama baik pesantren di berbagai kesempatan. Informasi terkait jadwal dan kegiatan pembelajaran rutin di pesantren dapat disimak melalui kanal resmi pesantren yang selalu diperbarui setiap awal semester.
Di sisi lain, pihak pesantren juga membuka diri terhadap referensi dari berbagai pendekatan pendidikan yang telah diterapkan di banyak penjuru dunia. Prinsip pembelajaran terapan yang ditonjolkan oleh program-program pendidikan tertentu, misalnya, dapat menjadi bahan perenungan tentang bagaimana sebuah program dirancang secara terstruktur untuk mencapai hasil yang optimal. Harapannya, perpaduan antara kearifan lokal pesantren dengan perkembangan metode pendidikan global dapat terus memperkaya pengalaman belajar para santri, sehingga kelak akan lahir lebih banyak lagi qari-qari kebanggaan bangsa dari Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14.
Siapkan berkas pendaftaran dan raih kesempatan mengenyam pendidikan di lingkungan pesantren yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing. Konsultasi pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp dan email resmi.
Tiga pilar pendidikan yang membentuk karakter, keterampilan, dan kemandirian santri.

Layanan pendidikan kesetaraan setara SD, SMP, dan SMA (IPA & IPS) yang dikelola secara mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.
Pelajari Program →
SMK berbasis pesantren yang berdiri sejak 18 Juli 2005, dengan fokus bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi serta sistem pembelajaran ganda.
Tentang SMK →
Jenjang SMP yang menggunakan kurikulum TMI gabungan antara kurikulum pesantren dan Kementerian Pendidikan.
Info SMP →Update kegiatan, kunjungan, dan artikel dari lingkungan pesantren.

18 September 2013
Kunjungan dosen Al-Azhar untuk peningkatan bahasa Arab para santri.
Baca selengkapnya →
Juli 2023
Pedoman kegiatan akademik pesantren untuk tahun pelajaran terbaru.
Baca selengkapnya →
2013
Pelaksanaan BRO (Banten Robotik Olimpiade) dan XENI AND JOTI sebagai bagian dari pengembangan bakat santri.
Lihat galeri →
2012
Standar mutu manajemen diterapkan dalam kegiatan pesantren sejak 2012.
Profil pesantren →